Nah artikel ini pas buat mahasiswa yang baru memasuki kuliah di fakultas komunikasi. Pastikan kalian belum pada tau definisi komunikasi tuh apa, bentuk - bentuk komunikasi apa aja iya kan?
Ok deh gak usah panjang lebar......
Apa itu komunikasi?
Komunikator -> pesan -> komunikan
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator
kepada komunikan melalui media tertentu untuk menghasilkan
efek /tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik.
· Komunikasi Interpersonal: komunikasi dalam diri
· Komunikasi Transendenta: ex. Komunikasi dengan Tuhan
· Komunikasi Organisasi: ex. Humas APMD mengadakan
jumpa pers
Di dalam komunikasi, terdaat komponen - komponen yang harus ada agar tercipta komunikasi. Komponen - komponennya adalah :
a. Komunikator/Penyampai pesan/Sumber/Source
Semua proses komunikasi berasal dari sumber, yang dapat berupa·perorangan , jika
dalam komunikasi individual atau antar perorangan, atau seorang dengan beberapa
orang· Suatu lembaga atau organisasi, atau orang yang dilembagakan(komunikasi
dengan media massa)
b. Pesan/Message
Unsur pesan meliputi semua materi atau isi yang dikomunikasikan antara pihak-pihak
yang terlibat dalam proses komunikasi, baik yang disampaikan secara verbal maupun
non verbal., baik secara langsung maupun tidaklangsung (melalui media massa
misalnya)
Pesan dapat berupa:
· pesan verbal, misalnya: bahasa/kata-kata lisan atau tertulis
· pesan non verbal, misalnya: isyarat, gambar, warna
· pesan paralinguistik, misalnya: kualitas suara, tekanan suara(tinggi rendah nada
bicara), kecepatan suara,vokalisasi
c. Saluran/Media/Channel
Unsur saluran merupakan sarana tempat pesan yang disampaikan sehingga bisa diterima
dan dimaknai oleh komunikan.Misalnya: media massa (surat kabar, majalah, televisi,
radio dll.) telepon, surat
d. Komunikan/Penerima pesan/Receiver
Unsur penerima merupakan sasaran dari komunikasi, bisa terdiri dari seseorang atau
beberapa orang atau suatu lembaga/organisasi
e. Tujuan/Destination/Efect
Efek merupakan hasil dari suatu kegiatan komunikasi,merupakan tujuan dari
peserta-peserta di dalam proses komunikasi
f. Umpan Balik/Feedback
Feedback merupakan tanggapan atas pesan komunikan apabila tersampaikan atau
disampaikan kepada komunikator
g. Gangguan/Noise
Gangguan tak terncana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat pesan
yang diterima komunikan berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator
kepada komunikan.Misalnya: perkuliahan yang terganggu akibat ada pesawat terbang
yang melintas rendah di atas kelas
Lalu apa tujuan kita berkomunikasi? Yah pasti lah tujuan kita berkomunikasi adalah untuk menciptakan pemahaman/ pengertian bersama, untuk bisa saling pengertian dan memahami.
Setiap kita berkomunikasi,pasti ada efeknya. Apa aja efek dari komunikasi?
1. Efek dari komunikasi yang pertama adalah efek Kognitif. Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informative bagi dirinya.
Contoh : Seseorang mendapatkan informasi dari televisi, bahwa harga BBM di
SPBU Shell akan turun hal tersebut dikarenakan harga minyak dunia
semakin menurun. Penonton televisi, yang asalnya tidak tahu menjadi
tahu tentang peristiwa tersebut. Di sini pesan yang disampaikan oleh
komunikator ditujukan kepada pikiran komunikan. Dengan kata lain,
tujuan komunikator hanya berkisar pada upaya untuk memberitahu saja.
2. Efek dari komunikasi yang kedua adalah Afeksi. Afeksi adalah sikap yang timbul
dalam diri komunikan terhadap informasi bagi dirinya
Contoh : setelah kita mendengar atau membaca informasi artis kawakan
Roymarten dipenjara karena kasus penyalah-gunaan narkoba, maka dalam
diri kita akan muncul perasaan jengkel, iba, kasihan, atau bisa
jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau marah daat diartikan
sebagai perasaan kesal terhadap perbuatan Roy Marten. Sedangkan
perasaan senang adalah perasaan lega dari para pembenci artis dan
kehidupan hura-hura yang senang atas tertangkapnya para public
figure yang cenderung hidup hura-hura. Adapun rasa iba atau kasihan
dapat juga diartikan sebagai keheranan khalayak mengapa dia
melakukan perbuatan tersebut.
3. Efek komunikasi yang terakhir adalah Behavioral. Behavioral adalah efek yang timbul akibat pada diri komunikan dalam bentuk perubahan perilaku/perilaku baru.
Bentuk-bentuk Komunikasi:
1. Interpersonal/tatap muka
- Informal
- Tanpa terencana
- Efek yang ditimbulkan bisa ketiga-ketiganya (afeksi,kognisi, psikomotorik), karena
antara yang berkomunikasi terlibat dialog batin face to face,langsung
2. Kelompok/group
- Jumlah lebih dari 2 orang
- Ex. Kelas (guru & mahasiswa)
- Formal
- Terencana
3. Massa/mass
- Sekumpulan orang yang dimuat komunikator dan komunikan tidak mengenal
- Kumpulan orang-orang yang tidak sama latarbelakangnya
Ex. Terjadi sebuah tabrakan/kecelakaan banyak orang berkumpul untuk melihat, ada tukang becak, sopir,mahasiswa, kernet, penjual asongan, dll.
12 September 2008
All about ilmu Komunikasi....! :-)
07 September 2008
Mengenal stakeholder
Mengenal Apakah Itu Stakeholder?
Pengertian stakeholder
Istilah stakeholder sudah sangat populer. Kata ini telah dipakai oleh banyak pihak dan hubungannnya dengan berbagi ilmu atau konteks, misalnya manajemen bisnis, ilmu komunikasi, pengelolaan sumberdaya alam, sosiologi, dan lain-lain. Lembaga-lembaga publik telah menggunakan secara luas istilah stakeholder ini ke dalam proses-proses pengambilan dan implementasi keputusan. Secara sederhana, stakeholder sering dinyatakan sebagai para pihak, lintas pelaku, atau pihak-pihak yang terkait dengan suatu issu atau suatu rencana.
Dalam buku Cultivating Peace, Ramizes mengidentifikasi berbagai pendapat mengenai stakekholder ini.
Mengenal Apakah Itu Stakeholder?
Pengertian stakeholder
Istilah stakeholder sudah sangat populer. Kata ini telah dipakai oleh banyak pihak dan hubungannnya dengan berbagi ilmu atau konteks, misalnya manajemen bisnis, ilmu komunikasi, pengelolaan sumberdaya alam, sosiologi, dan lain-lain. Lembaga-lembaga publik telah menggunakan secara luas istilah stakeholder ini ke dalam proses-proses pengambilan dan implementasi keputusan. Secara sederhana, stakeholder sering dinyatakan sebagai para pihak, lintas pelaku, atau pihak-pihak yang terkait dengan suatu issu atau suatu rencana.
Dalam buku Cultivating Peace, Ramizes mengidentifikasi berbagai pendapat mengenai stakekholder ini. Beberapa defenisi yang penting dikemukakan seperti Freeman (1984) yang mendefenisikan stakeholder sebagai kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu. Sedangkan Biset (1998) secara singkat mendefenisikan stekeholder merupakan orang dengan suatu kepentingan atau perhatian pada permasalahan. Stakeholder ini sering diidentifikasi dengan suatu dasar tertentu sebagimana dikemukakan Freeman (1984), yaitu dari segi kekuatan dan kepentingan relatif stakeholder terhadap issu, Grimble and Wellard (1996), dari segi posisi penting dan pengaruh yang dimiliki mereka.
Pandangan-pandangan di atas menunjukkan bahwa pengenalan stakeholder tidak sekedar menjawab pertanyaan siapa stekholder suatu issu tapi juga sifat hubungan stakeholder dengan issu, sikap, pandangan, dan pengaruh stakeholder itu. Aspek-aspek ini sangat penting dianalisis untuk mengenal stakeholder.
Kategori Stakeholder
Berdasarkan kekuatan, posisi penting, dan pengaruh stakeholder terhadap suatu issu stakeholder dapat diketegorikan kedalam beberapa kelompok ODA (1995) mengelompkkan stakeholder kedalam yaitu stakeholder primer, sekunder dan stakeholder kunci . Sebagai gambaran pengelompokan tersebut pada berbagai kebijakan, program, dan proyek pemerintah (publik) dapat kemukakan kelompok stakeholder seperti berikut :
Stakeholder Utama (primer)
Stakeholder utama merupakan stakeholder yang memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program, dan proyek. Mereka harus ditempatkan sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan.
1.Masyarakat dan tokoh masyarakat : Masyarakat yang terkait dengan proyek, yakni masyarakat yang di identifkasi akan memperoleh manfaat dan yang akan terkena dampak (kehilangan tanah dan kemungkinan kehilangan mata pencaharian) dari proyek ini. Tokoh masyarakat : Anggota masyarakat yang oleh masyarakat ditokohkan di wilayah itu sekaligus dianggap dapat mewakili aspirasi masyarakat
2.Pihak Manajer publik : lembaga/badan publik yang bertanggung jawab dalam pengambilan dan implementasi suatu keputusan.
Stakeholder Pendukung (sekunder)
Stakeholder pendukung (sekunder) adalah stakeholder yang tidak memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan, program, dan proyek, tetapi memiliki kepedulian (consern) dan keprihatinan sehingga mereka turut bersuara dan berpengaruh terhadap sikap masyarakat dan keputusan legal pemerintah.
1.lembaga(Aparat) pemerintah dalam suatu wilayah tetapi tidak memiliki tanggung jawab langsung.
2.lembaga pemerintah yang terkait dengan issu tetapi tidak memiliki kewenangan secara langsung dalam pengambilan keputusan.
3.Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) setempat : LSM yang bergerak di bidang yang bersesuai dengan rencana, manfaat, dampak yang muncul yang memiliki “concern” (termasuk organisasi massa yang terkait).
4.Perguruan Tinggi: Kelompok akademisi ini memiliki pengaruh penting dalam pengambilan keputusan pemerintah.
5.Pengusaha(Badan usaha) yang terkait.
Stakeholder Kunci
Stakeholder kunci merupakan stakeholder yang memiliki kewenangan secara legal dalam hal pengambilan keputusan. Stakeholder kunci yang dimaksud adalah unsur eksekutif sesuai levelnya, legisltif, dan instansi. Misalnya, stekholder kunci untuk suatu keputusan untuk suatu proyek level daerah kabupaten.
1.Pemerintah Kabupaten
2.DPR Kabupaten
3.Dinas yang membawahi langsung proyek yang bersangkutan.

